Masih Banyak Tangan Yang Tega Berbuat Nista

Aku rindu akan kicauan burung yang setiap pagi dulunya kudengar kini sudah tidak ada lagi, yang ada hanya suara klakson mobil, motor yang kadang buat kita hanya setres waktu demi waktu. Melihat kejadian ini kadang kita di gambarkan akan miskinnya kedamaian yang kita lalui saat ini.

Apa lagi jika sekarang ini kita sedang di uji oleh tuhan, dihadirkan pandemi yang sudah lebih kurang 2 tahun kita hadapi, namun berapa banyak yang belum sadar akan hal ini, bahkan ada yang memanfaatkan situasi sedih seperti ini.

Jika kita berkaca dari lirik lagu Ebit G. Ade yang berjudul "Untuk Kita Renungkan"

Memang bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan, masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista

Sangat jelas, bahwa apa yang kita lalui saat ini tidak ada ketidakmiripannya dengan lagu itu, seperti yang tadi dibahas diatas, bahkan pandemi ini adalah musibah, tapi masih banyak juga yang memanfaatkan situasi ini. Memanfaatkan seperti apa ? Kita semua tahu bahwa ya ujung-ujungnya uang.

Kenapa uang ? karena semua orang mau kaya ya ? Tidak sih, cuma kebanyakan orang ingin kekuasaan. Bukankah salah satu yang bisa dibilang dunia itu sudah tua jika mayoritas manusia yang ada saat ini menuntut akan kekuasaan. Seluruh jajaran ingin memperebutkan dunia yang sementara semata.

Irsyad A. Panjaitan

Irsyad A. Panjaitan

    Published 01 April
  •  
  • Fillin:
  • Notes
Irsyad Notes Since 1987 ™